1937112_1085714267133_7058980_n3848584572_0cf3cec421

Mungkin di RW1 tidak asing lagi dengan nama Parqis…. Mendengar namanya saja pasti pikirannya melayang gambaran kekisruhan di RW 1 dengan persnoil2 yang suka mabuk ciu dan drum botolan yang harganya rp. 2500 (pada masa itu)……

Ya… itulah Parqis, sekumpulan anak muda RW 1 yang punya niat untuk mempertahankan nama baik kampung sendiri dari jajahan orang2 luar dengan cara menyedot harta dengan judi….. hehehe…

Awal terbentuknya Parqis berawal dari kongkow2 di lincak (tempat nongkrong dari bambu) depan warungnya mbak Sumirah, yang saat itu dihadiri Mas Rahardjo (Alm.), Danang, Enang, Bambang Pithik, Ugil dan yang lainnya saya lupa namanya.

Pemikiran Parqis adalah dari risihnya kita melihat maraknya perjudian di kampung sendiri dan warganya tidak maksimal menikmati uang setoran dari para bandar dadu.

Sehingga harus ada tindakan tegas tanpa memandang tata krama dan moril. Istilahnya sikat habis kalo ga mau setor kepada kita… hehehe…

Sehari terbentuknya Parqis, kamipun segera bergerak dan mengaklamasikan nama tersebut dengan gerakan2 yang sporadis diantaranya minta pungutan2 kepada yang bermain judi di wilayah kami.

Memang pada awalnya terjadi kehebohan-kehebohan karena kami dan mereka belum siap dan terbiasa mengkondisikan situasi antara yang minta dan diminta….. hehehehe….

Terjadi gesekan-gesekan kecil yang bagi kita tidak ada efeknya dan bagi mereka adalah ancaman besar…..

Koordinasi tehnis selalu kita bicarakan dengan harapan kegiatan kita tidak menimbulkan kehebohan dan kita berharap semua berjalan lancar… istilah kerennya win-win solutionlah…..

Begitulah awal muasal Parqis di RW 1 yang mungkin sebagian orang tidak pernah tahu yang namanya Parqis dan bagaimana kegiatannya serta personil yang aslinya……

Bersambung……