<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KAMPUNG SERENGAN</title>
	<atom:link href="http://serengan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://serengan.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 15:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='serengan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KAMPUNG SERENGAN</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://serengan.wordpress.com/osd.xml" title="KAMPUNG SERENGAN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://serengan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Letusan Islandia Bisa Sebabkan Malapetaka Global</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/letusan-islandia-bisa-sebabkan-malapetaka-global/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/letusan-islandia-bisa-sebabkan-malapetaka-global/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 16:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/letusan-islandia-bisa-sebabkan-malapetaka-global/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau dulu pernah terjadi letusan gunung tambora yang menyebabkan bencana global dan perubahan iklim dunia&#8230;sekarang terjadi lagi letusan gunung yang dikawatirkan memicu bencana global. Gunung berapi di Islandia yang sudah ratusan tahun nggak aktif ini&#8230;tiba-tiba meletus dan mengeluarkan lava panasnya. Lebih lanjut mengenai ini&#8230;simak artikel berikut: Lava yang keluar dari gunung di Islandia pada Senin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=606&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau dulu pernah terjadi letusan gunung tambora yang menyebabkan bencana global dan perubahan iklim dunia&#8230;sekarang terjadi lagi letusan gunung yang dikawatirkan memicu bencana global. Gunung berapi di Islandia yang sudah ratusan tahun nggak aktif ini&#8230;tiba-tiba meletus dan mengeluarkan lava panasnya. Lebih lanjut mengenai ini&#8230;simak artikel berikut:</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_vbnVu_vFLYA/S6hg16fjFrI/AAAAAAAACeE/MAYEWggeEfw/s1600-h/gunung+islandia.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_vbnVu_vFLYA/S6hg16fjFrI/AAAAAAAACeE/MAYEWggeEfw/s320/gunung+islandia.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Lava yang keluar dari gunung di Islandia pada Senin menimbulkan kekhawatiran. Letusan pada 1783 membebaskan gas dan menimbulkan malapetaka besar hingga ke Inggris.</p>
<p>Ledakan itu dikekhawatiran menimbulkan letusan yang lebih besar di gunung berapi Katla.</p>
<p>Para ilmuwan mengatakan sejarah telah membuktikan ketika gunung berapi Eyjafjallajökull meletus, Katla mengikuti dan satu-satunya pertanyaan adalah kapan.</p>
<p>Karena Katla terletak di bawah gunung es Myrdalsjokull yang sangat besar, maka bisa menimbulkan ancaman bencana banjir besar saat ledakan itu terjadi.</p>
<p>Letusan pada Sabtu (20/3) di Eyjafjallajökull yang tidak aktif selama hampir 200 tahun, memaksa setidaknya 500 orang untuk mengungsi.</p>
<p>Sebagian besar telah kembali ke rumah mereka, tetapi pihak berwenang sedang menunggu penilaian ilmiah untuk menentukan apakah mereka aman untuk tinggal.</p>
<p>Islandia berada di titik gunung berapi besar di pertengahan jalur Atlantik. Letusan, Islandia sering terjadi dalam sepanjang sejarah, seringkali dipicu oleh kegiatan seismik ketika lempeng bumi bergerak dan ketika magma dari bawah tanah mendorong ke permukaan.</p>
<p>Seperti gempa bumi, memperkirakan waktu letusan gunung berapi adalah ilmu yang tidak pasti. Tapi letusan gunung berapi di Katla bisa menjadi bencana, baik untuk Islandia dan negara-negara lain.</p>
<p>Letusan gunung berapi Laki di Islandia pada tahun 1783 membebaskan gas yang berubah menjadi kabut asap. Asap mengambang di wilayah Jet Stream dan mengubah pola cuaca.</p>
<p>Banyak yang mati keracunan gas di Kepulauan Inggris. Produksi tanaman turun di Eropa Barat. Kelaparan menyebar.</p>
<p>Beberapa bahkan mengaitkan letusan yang menyebabkan kelaparan dengan Revolusi Prancis. Pelukis pada abad 18 menggambarkan hal itu dalam karya-karya mereka.</p>
<p>Musim dingin tahun 1784 juga salah satu terpanjang dan terdingin dalam catatan di Amerika Utara. New England melaporkan rekor suhu di bawah nol terlama dan New Jersey melaporkan rekor akumulasi salju. Sungai Mississippi juga dilaporkan membeku di New Orleans.</p>
<p>&#8220;Ini mirip skenario Hollywood tapi bisa terjadi,&#8221; kata Colin Macpherson, seorang ahli geologi di University of Durham. &#8220;Saat lelehan naik, itu seperti mengambil gabus keluar dari botol sampanye.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=606&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/letusan-islandia-bisa-sebabkan-malapetaka-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_vbnVu_vFLYA/S6hg16fjFrI/AAAAAAAACeE/MAYEWggeEfw/s320/gunung+islandia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Abu gunung Islandia ganggu penerbangan</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/abu-gunung-islandia-ganggu-penerbangan/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/abu-gunung-islandia-ganggu-penerbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 16:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Penerbangan di Eropa Utara terganggu akibat abu gunung berapi Islandia yang menyebar. Pihak berwenang penerbangan di Inggris dan Denmark menutup wilayah udara masing-masing, sementara penerbangan di Norwegia, Swedia dan Finlandia terganggu. Abu, yang bisa merusak mesin pesawat, ini merupakan dampak dari letusan gunung berapi di bawah gunung es di Islandia. Banjir akibat gunung es meleleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=603&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>
<div><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2010/04/15/100415105334_icelandvolcanicislandia_466x262_nocredit.jpg" alt="Jangkauan abu gunung berapi Islandia" width="466" height="262" /></div>
</h1>
<p>Penerbangan di Eropa Utara terganggu akibat abu gunung berapi Islandia yang menyebar.</p>
<p>Pihak berwenang penerbangan di Inggris dan Denmark menutup wilayah udara masing-masing, sementara penerbangan di Norwegia, Swedia dan Finlandia terganggu.</p>
<p>Abu, yang bisa merusak mesin pesawat, ini merupakan dampak dari letusan gunung berapi di bawah gunung es di Islandia.</p>
<p>Banjir akibat gunung es meleleh pun dilaporkan dan pada hari Rabu hingga 800 orang diungsikan dari wilayah itu.</p>
<p>Para saksi mata dan pejabat setempat mengatakan terdapat dua aliran air banjir yang keluar dari gunung es di sebelah barat daya, dan satu jalan di sepanjang sungai Markarfljot yang meluap pun terputus di beberapa lokasi.</p>
<p>Pada hari Kamis pagi, gangguan bencana ini terhadap lalu lintas udara melanda wilayah dari Inggris hingga Skandinavia.</p>
<h2>&#8216;Banjir besar&#8217;</h2>
<p>Bandar udara Oslo, yang terbesar di Norwegia, ditutup sementara badan bandara Finlandia, Finavia, mengatakan lalu lintas udara ke Swedia Utara dan Finlandia Utara juga terkena dampak abu ini</p>
<p><img src="http://www.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2010/04/15/100415105741_icelandvolcanicashes_466x262_nocredit.jpg" alt="Abu gunung berapi Islandia" /></p>
<p>Di Denmark, para pejabat mengatakan wilayah udara akan ditutup mulai pukul 1600 GMT.</p>
<p>Dinas Pengendali Lalu Lintas Udara Inggris, NATS, mengatakan pesawat dilarang masuk dan keluar wilayah udara Inggris mulai pukul 1100 hingga 1700 GMT karena khawatir akan kerusakan mesin akibat abu gunung berapi itu.</p>
<p>Di Skotlandia, bandar udara telah ditutup sejak pagi hari dan sejumlah penerbangan di beberapa bandara Inggris juga dibatalkan.</p>
<p>Ledakan gunung berapi di glasier Eyjafjallajoekull terjadi tanggal 20 Maret -yang pertama sejak tahun 1821- dan 500 orang terpaksa diungsikan dari rumah mereka.</p>
<p>Islandia terletak di daerah tekanan rendah Mid-Atlantik, daerah perbatasan antara benua Eropa dan piringan wilayah Amerika Utara yang sangat tidak stabil.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=603&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/abu-gunung-islandia-ganggu-penerbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2010/04/15/100415105334_icelandvolcanicislandia_466x262_nocredit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jangkauan abu gunung berapi Islandia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2010/04/15/100415105741_icelandvolcanicashes_466x262_nocredit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abu gunung berapi Islandia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Es Raksasa Bergerak Menuju Australia</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/gunung-es-raksasa-bergerak-menuju-australia/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/gunung-es-raksasa-bergerak-menuju-australia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 16:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Gunung es raksasa yang diberi nama B17B bergerak 1.000 mil di pantai barat Australia. Gunung es terlihat di lepas pantai Pulau Macquarie, sebelah tenggara Australia.  Sebuah gunung es raksasa berukuran panjang 12 mil (19,31 Kilometer/KM) dan lebar lima mil (8 KM) ditemukan terapung di perairan dekat daratan Australia. Ukuran permukaan gunung es raksasa mencapai 87 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=600&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://serengan.files.wordpress.com/2010/04/80667_gunung_es_terlihat_di_lepas_pantai_pulau_macquarie__sebelah_tenggara_australia_300_225.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-601" title="80667_gunung_es_terlihat_di_lepas_pantai_pulau_macquarie__sebelah_tenggara_australia_300_225" src="http://serengan.files.wordpress.com/2010/04/80667_gunung_es_terlihat_di_lepas_pantai_pulau_macquarie__sebelah_tenggara_australia_300_225.jpg?w=450" alt=""   /></a>Gunung es raksasa yang diberi nama B17B bergerak 1.000 mil di pantai barat Australia. Gunung es terlihat di lepas pantai Pulau Macquarie, sebelah tenggara Australia.  Sebuah gunung es raksasa berukuran panjang 12 mil (19,31 Kilometer/KM) dan lebar lima mil (8 KM) ditemukan terapung di perairan dekat daratan Australia. Ukuran permukaan gunung es raksasa mencapai 87 mil persegi (140 km2).  Divisi Riset Antartika Australia (ADD) menyatakan gunung es raksasa yang diberi nama B17B bergerak 1.000 mil di pantai barat Australia dan bergerak perlahan ke utara akibat terdorong arus laut dan angin. Gambar gunung es tertangkap kamera Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Badan Ruang Angkasa Eropa.  Pakar Glasiologi ADD Neal Young mengatakan gunung es raksasa ini bisa saja mencapai perairan Australia. Tabrakan bisa menyebabkan guncangan sebesar 3-4 tremor. Tetapi dia memperkirakan gunung es raksasa tidak akan mencapai daratan. Sebab, jika terus bergerak ke utara, gunung es raksasa akan pecah menjadi ratusan gunung es berukuran kecil.  &#8220;Suhu air sedang hangat dan gunung es akan mengecil dan tidak akan mencapai Australia. Gunung es ini akan bergerak ke utara dan pecah,&#8221; kata Young seperti dikutip laman Telegraph.  Menurut Young gunung es raksasa seukuran B17B tidak terlihat lagi sejak abad 19 sejak terbukanya jalur perdagangan antara Australia dan Inggris. &#8220;Ada gunung es yang berukuran sangat besar, tetapi hanya sedikit sekali yang bisa kita saksikan seperti yang sekarang ini,&#8221; katanya.  Gunung es raksasa, ujar Young, berasal dari pecahan daratan es Ross di Antartika kutub selatan pada 2000 dan bergerak ribuan kilometer menjauhi Antartika. Sebelum bergerak ke Australia, gunung es sempat berhenti pada satu titik sebelum bergerak dengan bantuan arus laut dan angin. Beberapa minggu lalu, beberapa gunung es raksasa mendekati perairan di dekat pulau Macquarie Australia, tetapi tidak ada yang sebesar gunung es ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=600&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/04/19/gunung-es-raksasa-bergerak-menuju-australia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://serengan.files.wordpress.com/2010/04/80667_gunung_es_terlihat_di_lepas_pantai_pulau_macquarie__sebelah_tenggara_australia_300_225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">80667_gunung_es_terlihat_di_lepas_pantai_pulau_macquarie__sebelah_tenggara_australia_300_225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertempuran 4 Hari di Kota Solo</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/03/16/pertempuran-4-hari-di-kota-solo/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/03/16/pertempuran-4-hari-di-kota-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 15:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Pertempuran 4 Hari di Kota Solo Tepatnya bulan Agustus 1949 terjadi “Serangan Oemoem” atau Pertempuran Empat Hari di Kota Solo, sebenarnya pertempuran itu terjadi mulai tanggal 7 Agustus 1949 sampai dengan 11 Agustus 1949, atau lima hari perang terhadap Belanda. Serangan ini merupakan serangan yang ketiga kalinya dilakukan oleh para pejuang kita saat itu. Serangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=589&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pertempuran 4 Hari di Kota Solo</h2>
<p><a href="http://serengan.files.wordpress.com/2010/03/460185.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-592" title="460185" src="http://serengan.files.wordpress.com/2010/03/460185.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Tepatnya bulan Agustus 1949 terjadi “Serangan Oemoem” atau Pertempuran Empat Hari di Kota Solo, sebenarnya pertempuran itu terjadi mulai tanggal 7 Agustus 1949 sampai dengan 11 Agustus 1949, atau lima hari perang terhadap Belanda. Serangan ini merupakan serangan yang ketiga kalinya dilakukan oleh para pejuang kita saat itu. Serangan I dilakukan terhadap Belanda di Kota Solo pada tanggal 8 Pebruari 1949 dan serangan ke II dilakukan pada tanggal 2 Mei 1949.</p>
<p>Pada saat terjadinya pertempuran ini, banyak rakyat yang menjadi korban, dimana pada hari pertama kampung-kampung di pinggiran kota ditembaki Belanda dengan kanon dan mortar. Belanda juga menyerang dari udara dengan 4 pesawat terbang membom kampong Manahan dan Laweyan. Pada hari kedua, dengan 4 pesawat membom kampung Kandangsapi dan kampung Serengan dibombardir Belanda secara membabi buta, bahkan rumah-rumah yang berdekatan dengan markas Belanda banyak yang dibakar. Menurut salah satu pelaku dari peristiwa itu menyatakan suasananya pada saat itu sangat mencekam karena banyak isak tangis disana-sini. Namun menurut mereka, serangan ini sangat berhasil, hal ini dibuktikan bahwa seluruh daerah kota talah berhasil dikuasai oleh para pejuang.</p>
<p>“Gugur Satu Tumbuh Seribu”. Demikian semboyan para pelaku sejarah waktu itu. Meskipun banyak rekan yang gugur, semangat juangnya tidak pernah luntur untuk mengusir Belanda dari muka bumi Indonesia, khususnya yang ada di Kota Solo.</p>
<p>Akhir pertempuran</p>
<p>Pada tanggal 11 Agustus 1949 terjadi perundingan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Pihak Belanda diwakili oleh Letkol Van Ohl dan pihak Indonesia diwakili oleh Letkol Slamet Riyadi. Adapun isi berjanjiannya adalah sebagai berikut : 1). Untuk mengurangi terjadinya perselisihan, pihak Belanda meminta agar TNI ditarik mundur ke tepi batas kota dan rintangan-rintangan jalan disingkirkan. 2). Pihak Belanda berjanji teror Belanda tak akan berulang dan tak akan diadakan pembalasan terhadap rakyat yang membantu TNI.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=589&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/03/16/pertempuran-4-hari-di-kota-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://serengan.files.wordpress.com/2010/03/460185.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">460185</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Solo</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/03/16/sejarah-solo/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/03/16/sejarah-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 15:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah mencatat, Kerajaan Kartasura tumbang pada 30 Juni 1742 akibat kerusuhan yang dilakukan masyarakat China. Kemelut yang mengarah pada situasi chaos, kemudian dikenal sebagai peristiwa Geger Pacinan itu bukan saja merupakan reaksi perlawanan terhadap peristiwaholocaust atas etnik China di Batavia oleh pemerintah kolonial Belanda. Melainkan tak lepas dari gerakan sementara elite bangsawan dalam usaha merebut kekuasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=586&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sejarah</strong> mencatat, Kerajaan Kartasura tumbang pada 30 Juni 1742 akibat kerusuhan yang dilakukan masyarakat China.</p>
<p>Kemelut yang mengarah pada situasi <em>chaos</em>, kemudian dikenal sebagai peristiwa Geger Pacinan itu bukan saja merupakan reaksi perlawanan terhadap peristiwa<em>holocaust</em> atas etnik China di Batavia oleh pemerintah kolonial Belanda.</p>
<p>Melainkan tak lepas dari gerakan sementara elite bangsawan dalam usaha merebut kekuasaan keraton, sehingga memaksa Paku Boewono (PB) II selaku Raja Kartasura, meninggalkan istana mengungsi ke Ponorogo selama setengah tahun.</p>
<p>Atas bantuan militer Belanda serta dukungan kekuatan beberapa adipati <em>bang wetan</em>atau wilayah timur, termasuk Madura, pemberontakan dipadamkan. Akhirnya, 20 Desember 1742, PB II bisa kembali berkuasa di Kartasura.</p>
<p>Namun, perang di mana pun selalu menimbulkan kerugian besar. Banyak bangunan keraton beserta infrastrukturnya hancur. Pelaksanaan pemerintahan macet. Rakyat mulai kehilangan kepercayaan terhadap penguasa.</p>
<p>Sebagai sebuah negara, Kartasura benar-benar berada di ambang keruntuhan. Untuk menghindari, tak ada pilihan lain bagi PB II kecuali merelokasi ibu kota kerajaannya.</p>
<p>Singkatnya, setelah melalui berbagai pertimbangan serta <em>petung</em> (perhitungan yang cenderung didasarkan pada faktor metafisis), Desa Sala sebuah wilayah perdikan berawa-rawa, terpilih dari empat nominasi calon lokasi sebagai tempat pendirian keraton pengganti Kartasura.</p>
<p>Mengerahkan para arsitek pribumi pada 1670 atau 1745 M, pembangunan keraton dirampungkan dengan ditandai oleh candrasengkala <em>Sirnaning Resi Rasa Tunggal</em>.</p>
<p>Tanggal 14 Sura (17 Februari) tahun itu pula, diselenggarakan <em>boyong kedhaton</em>dari Kartasura ke Sala. Oleh PB II, istana baru tersebut ditahbiskan menjadi Keraton Surakarta Hadiningrat.</p>
<p>Sejak itu, Desa Sala berubah status dari perdikan menjadi pusat pemerintahan sebuah kerajaan besar yang mempunyai wilayah kekuasaan meliputi hampir seluruh Jawa, kecuali Banten, Batavia, Semarang, serta beberapa daerah pesisir utara mulai Pati, Lasem, Tuban, Gresik, hingga Blambangan.</p>
<p>Berpijak pada toponimi yang masih dikenali hingga sekarang, pertumbuhan permukiman penduduk khususnya di Kutagara atau ibu kota kerajaan pada masa kekuasaan raja-raja Keraton Surakarta, yang kemudian dipengaruhi Pura Kadipaten Mangkunegaran, cenderung mengikuti dua pola baku.</p>
<p>Pertama, dipengaruhi domisili elite bangsawan sebagai inti, dan kedua, berdasarkan pembagian kerja atau profesi. Itu antara lain terlihat pada banyak nama <strong>kampung</strong>yang diambilkan dari nama pangeran, pejabat tinggi istana, serta mata pencaharian masyarakat lokal.</p>
<p>Kawasan tempat Pangeran Mangkubumi tinggal misalnya, dikenal sebagai<strong>Kampung</strong> Mangkubumen. Rumah patih disebut Kepatihan. Begitu pula yang kini dikenal sebagai Kelurahan Sewu, Bumi, dan Penumping, pada awalnya adalah rumah abdi dalem Bupati Nayaka Sewu, Bupati Nayaka Bumi, dan Bupati Tamping.</p>
<p>Sementara itu, permukiman yang tumbuh berdasarkan mata pencaharian atau keahlian, contohnya <strong>Kampung</strong> Sayangan. Nama itu berasal dari abdi dalem golongan sayang, atau ahli membuat peralatan dapur dari tembaga.</p>
<p>Para perajin kuningan yang disebut <em>tukang gemblak</em>, terkonsentrasi di <strong>Kampung</strong>Gemblegan. Permukiman para <em>sereng</em>, yakni mereka yang ahli di bidang seni tatah sungging, berada di <strong>Kampung</strong> <strong>Serengan</strong>. Komunitas pembuat ukiran pada<em>warangka</em> keris atau <em>salembar</em>, berkembang menjadi <strong>Kampung</strong> Selembaran.</p>
<p><strong>Sulit Dipertahankan</strong></p>
<p><strong></strong>Agar memudahkan kontrol atas penduduk nonpribumi oleh keraton, mereka dikelompokkan dalam areal permukiman tersendiri sesuai etnisnya. Golongan China diberi tempat di sekitar Pasar Gede. Kawasan itu kemudian dikenal sebagai Pecinan. Urusan administrasinya ditangani oleh Babah Mayor, seorang China yang mendapat pangkat mayor dari keraton.</p>
<p>Seorang warga Arab, yakni Kanjeng Kyai Syarief, guru mengaji PB II, memperoleh hadiah tanah dari raja di sebelah timur keraton yang kemudian dikenal dengan nama Pasar Kliwon. <strong>Kampung</strong> itu akhirnya berkembang menjadi permukiman bangsa Arab. Untuk mengurus komunitas tersebut, keraton mengangkat salah seorang dari mereka dengan pangkat kapten.</p>
<p>Khusus warga Belanda tinggal di sebelah timur Beteng Vastenburg. Orang Jawa menyebut rumah Belanda sebagai loji, sehingga kawasan permukiman bangsa itu kemudian dinamakan Loji Wetan (timur).</p>
<p>Dalam proses perkembangan selanjutnya, konsep permukiman homogen semacam itu sulit dipertahankan. Pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, perubahan situasi politik nasional, khususnya sejak keraton kehilangan kekuasaannya, pertambahan jumlah penduduk, dan peningkatan arus urbanisasi dari daerah sekitar Solo, merupakan empat di antara beberapa faktor penyebab.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat terjadi sekitar tahun 1985, selama hampir dua dasawarsa. Selama waktu tersebut, sektor industri, jasa, perdagangan, serta perbankan tumbuh pesat. Namun di sisi lain, pembangunan sebagai bagian dari proses modernisasi ternyata juga mengandung kelemahan.</p>
<p>Di Solo misalnya, sebagian besar bangunan kuno dan bersejarah, terutama yang terletak di daerah strategis beralih fungsi menjadi pusat pertokoan, swalayan, mal, hotel dan sejenisnya.</p>
<p>Pembangunan yang terpusat di suatu wilayah juga mengundang gelombang kedatangan kaum urban. Jumlah pendatang pencari kerja di Solo sekarang diperkirakan sekitar 600 ribu orang atau menyamai jumlah penduduk asli.</p>
<p>Itu sekaligus jawaban atas persoalan makin merebak permukiman kumuh di Solo. Perkampungan yang semula berciri homogen, mulai berubah menjadi heterogen. Pembagian wilayah yang awalnya sesuai dengan peruntukannya pun gagal direalisasi.</p>
<p>Batas antara daerah industri, pendidikan, permukiman, perkantoran, pertanian, jasa dan perdagangan, serta lain-lainnya menjadi tumpang tindih. Bisa dimengerti jika kemudian sering muncul ketegangan yang dilatarbelakangi oleh antarkepentingan serta kesenjangan sosial.</p>
<p>Pemkot Solo bukan tidak menyadari masalah tersebut. Persoalan utamanya adalah keterbatasan wilayah. Wajar kalau tahun 1970-an muncul wacana pengembangan wilayah kota yang kemudian dituangkan dalam Rencana Induk Kota Kotamadya Surakarta 1973-1993.</p>
<p>Luas administratif Kota Solo berdasarkan data tahun 1973 hanya 4.345 ha. Berdasarkan perhitungan planologis menggunakan standar perencanaan dan asumsi-asumsi tertentu, kebutuhan luas <em>built up</em> Kodya Surakarta pada tahun 1993 sekitar 6.438 ha.</p>
<p>Artinya, selama 20 tahun dibutuhkan tambahan 2.093 ha. Daerah perluasan direncanakan mengambil sebagian dari wilayah kabupaten yang berbatasan.</p>
<p>Namun sebagaimana sudah diduga, rencana pengembangan kota tersebut gagal direalisasi karena memperoleh reaksi keras dari kabupaten-kabupaten tetangga pemilik wilayah.</p>
<p>Akibat yang tampak adalah pertumbuhan tata fisik kota tak berhasil mencapai standar normatif, dalam arti mampu memenuhi peningkatan hidup dan kehidupan penduduknya.</p>
<p>Dampak lainnya adalah proses pembangunan berlangsung dalam situasi sangat ketat. Konsekuensinya, biaya investasi pembangunan menjadi sangat mahal.</p>
<p>Persoalan itu perlu disikapi ekstrahati-hati. Kalau tidak, bukan mustahil Solo yang dikenal sebagai daerah bersumbu pendek akan makin eksplosif.</p>
<p>Salah satu solusinya, mengingat perluasan wilayah yang tak memungkinkan, pembangunan Kota Solo lebih diarahkan ke wilayah kosong atau kurang produktif, serta yang lambat perkembangannya, yakni daerah-daerah yang masih bersifat rural atau semiurban.</p>
<p>Kebijakan lain yang bisa ditempuh adalah menjalin hubungan lebih akrab dengan kabupaten tetangga, misalnya, memberi kesempatan kabupaten tersebut ikut melaksanakan bagian dari <em>master plan</em> Solo. Tentu dengan prinsip saling menguntungkan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/586/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/586/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/586/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=586&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/03/16/sejarah-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solo Mio</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/03/10/solo-mio/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/03/10/solo-mio/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 15:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[Solo Mio terletak di pusat kota terletak di jalan utama Solo, Jl. Brigjen Slamet Riyadi 253 Solo Kota/Laweyan didepan Hotel Novotel, terdapat ATM BCA. Dengan nuansa khas Eropa, merupakan perpaduan resto dengan cafe, suasana di dalam ruangan sangat nyaman, diiringi dengan musik slow. Tempat parkir agak sulit karena harus menyeberang jalan raya. &#8211; Jika anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=573&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://serengan.files.wordpress.com/2010/03/04050004a.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-574" title="04050004a" src="http://serengan.files.wordpress.com/2010/03/04050004a.jpg?w=240&#038;h=180" alt="" width="240" height="180" /></a>Solo Mio terletak di pusat kota terletak di jalan utama Solo, Jl. Brigjen Slamet Riyadi 253 Solo Kota/Laweyan didepan Hotel Novotel, terdapat ATM BCA. Dengan nuansa khas Eropa, merupakan perpaduan resto dengan cafe, suasana di dalam ruangan sangat nyaman, diiringi dengan musik slow. Tempat parkir agak sulit karena harus menyeberang jalan raya. &#8211; Jika anda ingin mencoba cafe yang lebih besar bisa datang di Diamond Cafe, cukup ke arah barat tidak jauh dari tempat ini. Untuk harga tidak terlalu mahal, namun sajiannya cukup berkualitas dan mementingkan rasa</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/573/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/573/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/573/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=573&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/03/10/solo-mio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://serengan.files.wordpress.com/2010/03/04050004a.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">04050004a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/02/04/567/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/02/04/567/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 08:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/2010/02/04/567/</guid>
		<description><![CDATA[Larisnya Soto Daging Pak Keman HANYA TIGA JAM SUDAH HABIS Banyak orang jualan soto dengan cita rasa yang berbeda-beda. Nah, soto daging Serengan ini memiliki rasa yang khas. Cara memasaknya di kuali dengan kayu bakar. Hebatnya, hanya dalam waktu singkat langsung ludes. Suatu malam di Jln. Veteran, Serengan, Solo (Jateng), tampak sebuah warung soto disesaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=567&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="TOP"></a></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="color:#9966ff;"><strong> Larisnya Soto Daging Pak Keman<br />
</strong></span></span><strong><span style="font-family:Verdana;color:#cc6699;">HANYA TIGA JAM      SUDAH HABIS</span></strong><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"> </span></p>
<p><a href="realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=3327&amp;imageid=8261','detail_images','516','500');"><img src="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8261%5C8261-W200.jpg" border="0" alt="KLIK - Detail" align="left" /></a> <em>Banyak orang jualan soto dengan cita rasa yang berbeda-beda. Nah, soto      daging Serengan ini memiliki rasa yang khas. Cara memasaknya di kuali dengan      kayu bakar. Hebatnya, hanya dalam waktu singkat langsung ludes. </em></p>
<p>Suatu malam di Jln. Veteran, Serengan, Solo (Jateng), tampak sebuah warung      soto disesaki pembeli. Sepuluh kursi panjang dan delapan kursi plastik sudah      penuh terisi orang yang makan dengan nikmat. Kendati demikian, masih banyak      pelanggan rela menunggu sampai pembeli selesai makan. Padahal warung yang      terletak sekitar 3 km dari Kraton Solo itu sederhana saja. Sebagian pembeli      makan beratapkan tenda plastik dan yang lain cukup beratap langit.</p>
<p>Tampaknya pembeli soto daging di bawah pohon besar itu berasal dari berbagai      kalangan. Hal ini terlihat dari kendaraan yang diparkir. Mulai dari sepeda      onthel sampai mobil mewah. Para pembeli tak kehilangan selera makan meski      debu jalanan kadang terbang ketika ada kendaraan lewat. Apa, sih,      keistimewaan cita rasa soto itu? &#8220;Soto di sini segar. Enak dimakan selagi      masih panas. Bisa menyembuhkan masuk angin, lho&#8221; ujar Sugeng Santoso,      pelanggan yang sedang makan.</p>
<p>Bisa jadi ungkapan Sugeng ingin menegaskan lezatnya soto yang disantapnya.      Apalagi ditemani lauk yang mengundang selera. Di atas meja tersedia paru      goreng, daging goreng, hati ayam, kikil sapi, babat, telur pindang yang      berwarna cokelat yang mengkilat. Lebih klop lagi, soto dimakan dengan krupuk      karak. Sementara itu, sang pemilik warung Keman Kasno Mulyono (57) dan tiga      putrinya, sibuk menghidangkan mangkuk-mangkuk soto yang dipesan pembeli.      Kadang mereka memotong lauk yang dipesan pembeli.</p>
<p><a href="realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=3327&amp;imageid=8262','detail_images','516','500');"><img src="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8262%5C8262-W200.jpg" border="0" alt="KLIK - Detail" align="right" /></a> &#8220;Saya sudah 30 tahun lebih jualan soto. Sebelumnya saya gonta-ganti      pekerjaan. Pernah jual es keliling, kemudian jadi pedagang asongan yang      menjajakan koran dan majalah. Karena waktu itu gambarnya porno, saya sering      dikejar-kejar polisi,&#8221; kenang Keman.</p>
<p>Merasa tak aman, Keman pun berganti pekerjaan menjadi kondektur bus jurusan      Solo-Semarang. Ketika menjadi kondektur bus, Keman berkenalan dengan Ngatmi      yang jualan dawet di terminal Solo. Setelah kenal selama empat tahun mereka      menikah. &#8220;Kalau orang dulu, kan, tidak pakai macam-macam. Mau menikah ya      langsung saja,&#8221; ujar Keman mengenang cerita perkawinannya.</p>
<p><span style="color:#6666ff;"><strong><a href="realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=3327&amp;imageid=8263','detail_images','516','500');"><img src="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8263%5C8263-W200.jpg" border="0" alt="KLIK - Detail" align="left" /></a>SANGGUP BANGUN RUMAH </strong></span><br />
Sekian tahun berumah tangga, istri tercinta tak setuju Keman meneruskan      profesinya. Alasannya, jadi kondektur bus sering pulang malam. Tahun 1970,      Keman memilih jualan soto, sekaligus meneruskan profesi ayahnya yang jual      soto secara keliling. Ia sering membantu ayahnya jualan setelah putus      sekolah. &#8220;Saya hanya sampai kelas 5 SR. Orang tua sudah tak mampu membiayai      sekolah atau membeli pakaian,&#8221; kenang Keman seraya mengatakan, saat itu      ibunya menjadi abdi di kraton Solo.</p>
<p>Seperti ayahnya, Keman juga memulai usaha dengan cara berkeliling. Dari      rumah kontrakannya, ia memikul angkring sampai Kampung Baluwarti di dekat      Kraton Solo. Setiap hari, ia berangkat pukul 07.00 dan sampai di rumah pukul      10.00. &#8220;Jika dagangan masih, saya melanjutkan jualan di rumah dibantu istri.      Kalau pagi, istri saya sibuk mengurusi anak sekolah.&#8221;</p>
<p>Keman berkeliling sampai tahun 1989. Akhirnya Keman memilih tempat jualan di      Jln. Veteran. &#8220;Saya tak lagi jualan soto pada siang hari. Pengalaman      mengajarkan, dagang malam hari lebih banyak pembelinya,&#8221; lanjut Keman. Tentu      saja bukan hanya karena faktor malam hari soto Keman diminati pembeli. Ia      mempunyai resep jitu. Salah satunya, aroma kuah soto terasa lain.</p>
<p><a href="realview('detail_images.asp?act=1&amp;id=3327&amp;imageid=8264','detail_images','516','500');"><img src="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8264%5C8264-W200.jpg" border="0" alt="KLIK - Detail" align="right" /></a> Apa resepnya? &#8220;Saya memasaknya menggunakan kuali. Sudah gitu, harus pakai      kayu bakar. Nah, agar lebih mantap, saya tetap pakai daging sapi. Sebagai      pelengkap, saya tambah tauge, seledri, dan tomat,&#8221; kata Keman. Resep ini      ternyata laris manis.<br />
&#8220;Sekarang, tiap malam saya butuh air 1,5 kuali. Satu kuali kira-kira berisi      2,5 ember.&#8221;<br />
Begitu larisnya, usaha Keman jauh lebih sukses ketimbang ayahnya. Ia sanggup      menabung dan tahun 1990 ia mampu membeli tanah dengan harga Rp 300 ribu per      meter di Serengan. Beberapa tahun kemudian, ia sanggup membangun rumah di      atas tanah berukuran 6 x 17 meter itu. &#8220;Sangat bahagia bisa punya rumah,&#8221;      lanjut Keman.</p>
<p>Keman membayangkan betapa sulitnya ketika masih kontrak rumah. &#8220;Dulu bingung      kalau rumah tidak boleh diperpanjang kontraknya. Saya, kan, harus nyari      rumah lain. Pokoknya, sekarang sudah tenang. Lebih senang lagi, dari hasil      jualan soto, saya bisa menyekolahkan lima anak saya,&#8221; jelas Keman bangga.</p>
<p>Sumber : Tabloid Nova</p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=567&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/02/04/567/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8261%5C8261-W200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KLIK - Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8262%5C8262-W200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KLIK - Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8263%5C8263-W200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KLIK - Detail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nostalgia.tabloidnova.com/Articles%5CPrinting%5CXVI%5C826%5CPictures%5C8264%5C8264-W200.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KLIK - Detail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laku</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/laku/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/laku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Kétóké gampang túr prasåjå. Níng såpå síng biså nglakóni såkå wiwitan têkan pungkasan kanthi santoså, ajêg, tansah mbudi dåyå, sêtyå anggóné nanggulangi tumindak ålå. Nêtêpi wêdharané Mangku Nagårå IV: “ngèlmu iku, kalakóné kanthi laku, lêkasé lawan kas, têgêsé kas nyantósani, sêtyå budyå, pangêkêsé dúr angkårå”. Têmbúng laku kêsampar kêsandhúng ing båså lésan sartå tulís. Têbané [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=561&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kétóké gampang túr prasåjå. Níng såpå síng biså nglakóni såkå wiwitan têkan pungkasan kanthi santoså, ajêg, tansah mbudi dåyå, sêtyå anggóné nanggulangi tumindak ålå. Nêtêpi wêdharané Mangku Nagårå IV:</p>
<p>“ngèlmu iku, kalakóné kanthi laku, lêkasé lawan kas, têgêsé kas nyantósani, sêtyå budyå, pangêkêsé dúr angkårå”.</p>
<p>Têmbúng laku kêsampar kêsandhúng ing båså lésan sartå tulís. Têbané jêro, åmbå lan murakabi (vèrtikal, horizontal lan intêgral).<span id="more-561"></span></p>
<p>Tuladhané:</p>
<p>1.  Lagi nglakóni, aja dibédå;</p>
<p>2. Åjå laku jinå, laku sèdhèng, laku cidrå;</p>
<p>3. Modhèl kåyå kuwi ora laku ing dhaérahku;</p>
<p>4. Têmbang gêdhé Kusumastuti kuwi laku 13 ;</p>
<p>5. Prayogå pådhå ngrêti laku-lakuné wóng amóng dagang;</p>
<p>6. Jumurúng pandóngå jêmbarå kuburé lêpaså parané kanggo kang lagi</p>
<p>lêlaku;</p>
<p>7. Pagawéané nglakókaké dhokar;</p>
<p>8. Dhuwít sêthithík dilakókaké kalayan gêmi nastiti ngati-ati banjúr dadi</p>
<p>akèh;</p>
<p>9. Ora prayogå tumindak sumúr lumaku tinimbå.</p>
<p>Cêkak aósé, têmbúng laku kuwi mratah, gumléthak, cêdhak gampang dicandhak, gumléthak mlètrèk gampang diêmèk-êmèk.</p>
<p>Kamångkå sêjatiné têmbúng kuwi dadi punjêr lajêr tumrap wigatining uríp kanggo bêbrayan Jåwå. Paku Buwånå IV mrêtèlakaké :</p>
<p>“Dadiå lakunirèku, cêgah dhahar lawan gulíng, lan åjå</p>
<p>asukå-sukå, ålå wataké wóng sukå, nyudå prayitnaning batín”.</p>
<p>Prayitnå ing batín iku minångkå lambaraníng pangudi. Nganggo sawêtårå, ora kêbablasên.</p>
<p>Ngurangi mangan lan turu.  Élíng yèn isíh akèh síng durúng biså mangan, ora bisa turu.</p>
<p>Malah kêpårå akèh síng mati amargå kêwarêgên tinimbang síng mati amargå kêluwèn.</p>
<p>Cobå, nyuwunå prikså marang kang pådhå sugêng saras panjang yúswå kaé, åpå pådhå kêrêp kêwarêgên?</p>
<p>Ora kurang-kurang R Ng Rånggåwarsitå paríng bundhêlan marang såpå waé:</p>
<p>“mangkéné patrapipún, wiwít anèm amandêngå laku, ngêngurangi mangan turu sawêtawís, amêmêkak håwå  nêpsu, dhasarånå andhap asór”,</p>
<p>åpå bisa ? Lha månggå.</p>
<p>Pancèn nyåtå síng andhap asór síng diunggúlaké, déné síng ngunggúlaké dhiri síng diasóraké. Sabên wóng Jåwå, ngurangi mangan  sasêndhók, banjúr ånå bêras pirang tón kang biså didanakaké.</p>
<p>Sabên wóng Jåwå, sabên dinå anggóné turu  dikurangi sêprapat jam, banjúr sasasi, sêtaún pirang jam, biså kanggo sinau, kanggo gladhèn ningkataké sumbêr dayané.</p>
<p>Wiwít bocah  nganti wóng tuwå ora masalah.</p>
<p>Pancèn ånå bocah síng nuwani lan iyå akèh wóng tuwå síng mbocahi. Lha yèn anggóné sadhar wís kêbacút tuwå, wís tuwå nêdyå nindakaké laku kasêbút. Kuwi jênêngé kasèp. Lha yèn kasèp kêpriyé ?</p>
<p>Yèn kasèp résiko tanggúng pênumpang. Amargå laku iku bhåwå (Sanskêrta), håwå iku process, process kuwi prolog nalog épilog, púrwå madyå wasånå.</p>
<p>Tan kênå ora “the man behind the process, senior yunior medior”. This is a must: mudhå, madyå, wrédhå.</p>
<p>Déníng : Sudi Yatmånå</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=561&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/laku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Sungkêm</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/tradisi-sungkem/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/tradisi-sungkem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Wóntên ing budåyå utawi falsafah Jawi kathah bab ingkang wigatós tumrap kulåwargå lan bêbrayan. Túk lan wós-ipún wóntên ing raós lan watak élíng. Upaminipún élíng dhatêng Gusti Ingkang Måhå Kawåså, råmå, ibu, éyang, pårå alim lan ngulåmå, kadang sêntånå, mitrå, guru, pårå pangêmbatíng pråjå, lan pêmimpín sanèsipún. Têbanipún raós élíng sagêt malêmbar dhatêng tlatah padhusunan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=559&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wóntên ing budåyå utawi falsafah Jawi kathah bab ingkang wigatós tumrap kulåwargå lan bêbrayan.  Túk lan wós-ipún wóntên ing raós lan watak élíng.</p>
<p>Upaminipún élíng dhatêng Gusti Ingkang Måhå Kawåså, råmå, ibu, éyang, pårå alim lan ngulåmå, kadang sêntånå, mitrå, guru, pårå pangêmbatíng pråjå, lan pêmimpín sanèsipún. Têbanipún raós élíng sagêt malêmbar dhatêng tlatah padhusunan, papan kalairan, pundhèn, patilasan, pasabinan, patêgilan, miwah lingkungan alam sanèsipún.</p>
<p>Sadåyå ingkang  hanggadhahi  tabêt, sambêt, miwah labêt, lajêng  mbabar lan nuwúhakên  raós élíng ingkang mbótên sagêt ical.</p>
<p>Kalêbêt ing ngriki raós élíng dhatêng pårå lêluhúr lan pårå pêpundhèn ingkang sampún kondúr ing têpêt suci miwah élíng dhatêng sangkan paraníng dumadi.Mustikanipún budåyå Jawi  ingkang arupi raós élíng têbanipún jêmbar sangêt.</p>
<p><span id="more-559"></span>Raós élíng cakêt lan rakêt kaliyan mênåpå kémawón ingkang sagêt nggugah raós lan krêntêg kêpéngín sowan, mêrtuwi, ngúrmati, ngabêkti, miwah misungsúngakên mênåpå kémawón ingkang sagêt  damêl rênaníng panggalíh.</p>
<p>Têtunggulíng budåyå Jawi ingkang arupi raós élíng mujúdakên satunggalíng kêarifan lokal (local genius) ingkang taksíh lêstari.</p>
<p>Dåyå kêkiyatanipún  ngédab-édabi ingkang lajêng nuwúhakên tèkad  nguri-uri tuwín nglêstarèkakên.</p>
<p>Tåtåcaranipún lajêng dipúntrêpakên kaliyan  papan, kawóntênan utawi wêkdal ingkang saé, mliginipún ingkang sambêt kaliyan dintên-dintên agêng wóntên ing  ajaran agami. Tradisi sungkêm kalêbêt pérangan budaya Jawi ingkang dumugi wêkdal samangké taksíh dipúnuri-uri tuwín dipúnlêstarèkakên déning bêbrayan Jawi.</p>
<p>Pramilå inggíh lajêng mbótên anèh manawi lajêng wóntên kaanan ingkang sinêbat mudhik.</p>
<p>Kaanan mudhík ingkang sabên taún såyå kathah lajêng nuwúhakên prêkawís ingkang warni-warni.</p>
<p>Wóntên kawóntênan jêjêl riyêl ing sêtasiún, têrminal bís, bandara utawi pêlabuhan, lalu lintas ingkang macêt,  bêbåyå utawi kacilakan ing margi, lan sanès-sanèsipún; ingkang sadayanipún lajêng pikantúk kawigatósan  déníng pamaréntah.</p>
<p>Kahanan makatên lumam-pah dangu sangêt lan dumadós ing sabên taún. Pramilå lajêng wóntên pamanggíh manawi mudhik sampún dadós budåyå tumrap bêbrayan Jawi ingkang angèl dipúnicali. Tradisi sungkêman sampún lumampah dangu sangêt, cakêt lan rakêt kaliyan dintên agúng agami Islam inggíh mênikå Idúl Fitri.</p>
<p>Sungkêman dipún wóntêni ing swasånå Idúl Fitri sasampunipún umat Islam nglampahi siyam miwah mèpèr håwå nafsu ing wulan Ramadhan.</p>
<p>Pårå putra utawi wayah  nindakakên sungkêm, kónjêm, lan ngabêkti dhatêng Sri Susuhunan, Pangagêng Puró, éyang, råmå-ibu sadhèrèk sêpúh lan sanès-sanèsipún. Lumantar adicårå sungkêman, råmå-ibu tuwin pårå-pårå ingkang kalêbêt sêpúh rumaós dipún bêktèni lan dipúnurmati déníng putrå wayah utawi kanèman sanèsipún. Wós utawi substansi  ing tradisi sungkêman nyakúp lan ngukúp  bab  wigatós inggíh mênikå dêdósan utawi kalêpatan ingkang kasuwún supadós dipúnapurå.</p>
<p>Swasana ’apurå ingapuran’ dipún wujúdakên wóntên ing dintên riyadi linambaran panyuwunan dhatêng Allah Subhanahuwata’ala supadós nglêbúr dêdósan lan kalêpatan ingkang sampún dipún tindakakên. Tradisi sungkêm ingkang ngrêgêm nilai (values) ingkang saé, éndah, lan murakabi tumrap bêbrayan  sampún nyawiji ing dintên agúng Idúl Fitri tuwin manjíng ing swasånå  halal bi halal utawi  silaturahmi tumrap masyarakat Jawi.</p>
<p>Tradisi sung-kêman ingkang sampún dadós  jatidiri masyarakat Jawi mbótên badhé ical kabucal jaman global. Mugi-mugi  makatên.</p>
<p>Déníng : Ki Sutadi</p>
<p>Pangarså Pêrsatuan Pêdalangan Indonésia Komisariat Jawa Têngah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=559&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/tradisi-sungkem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nyadran lan Lêluhúr</title>
		<link>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/nyadran-lan-leluhur/</link>
		<comments>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/nyadran-lan-leluhur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Danang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://serengan.wordpress.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Råmå Sudi Yatmånå njlèntrèhaké bab lêluhúr kanthi gamblang. Lêluhúr pådhå karo luhúr-luhúr, yaiku kang ånå ing dhuwúr-dhuwúr. Ånå síng nyêbút, pårå éyang síng wís sédå utåwå surúd ing kasédan jati. Wóng Jåwå ugå ånå síng nyêbút, pårå éyang síng wís kóndúr ånå ing têpêt suci, lokåbåkå utåwå alam kêlanggêngan. Ing tlatah Surakartå, ugå ånå síng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=557&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Råmå Sudi Yatmånå njlèntrèhaké bab lêluhúr kanthi gamblang.</p>
<p>Lêluhúr pådhå karo luhúr-luhúr, yaiku kang ånå ing dhuwúr-dhuwúr.</p>
<p>Ånå síng nyêbút, pårå éyang síng wís sédå utåwå surúd ing kasédan jati.</p>
<p>Wóng Jåwå ugå ånå síng nyêbút, pårå éyang síng wís kóndúr ånå ing têpêt suci, lokåbåkå utåwå alam kêlanggêngan.</p>
<p><span id="more-557"></span>Ing tlatah Surakartå, ugå ånå síng nyêbút éyang síng wís suwargi.</p>
<p>Amargå pêrcåyå mênåwå arwah éyangé wís munggah ånå ing suwargå.</p>
<p>Tradisi nyadran tumrap wóng Jåwå dianggêp pêrlu lan pêntíng.</p>
<p>Umumé ditindakaké ing sasi Ruwah (såkå têmbúng arab arwah), sêpulúh dinå sadurungé ngibadah påså, akèh kang pådhå nyêkar pårå lêluhuré.</p>
<p>Råmå Sudi Yatmånå ngétúng siji mbåkå siji wiwít såkå båpå biyung têkan sapandhuwuré.</p>
<p>Ånå ing ngèlmu Kêjawèn, wiwít anak lan båpå biyúng  sapandhuwúr sinêbút sêjarah rolas síng gunggungé kabèh ana 4094 (patang èwu sangang pulúh papat).</p>
<p>Pilahané,</p>
<p>1. båpå biyúng (2),</p>
<p>2. mbah (4),</p>
<p>3. buyút (8),</p>
<p>4. canggah (16),</p>
<p>5. warèng (32),</p>
<p>6. udhêg-udhêg (64),</p>
<p>7. gantúng siwúr (128),</p>
<p>8. gropak sénthé (256),</p>
<p>9. têbu sinósóg (512),</p>
<p>10. pêtarangan bubrah (1024),</p>
<p>11. amún-amún (2048).</p>
<p>Tradisi Jåwå pancèn unik  nduwèni ngèlmu síng mènèhi pêpélíng marang anak (putu) supåyå  ngêrti marang lêluhuré.</p>
<p>Anak dikêkudang supåyå ngêrti  båpå biyúng  síng ngukir jiwå ragané.</p>
<p>Sabanjúré digulå wênthah  supåyå ngêrti marang mulå bukané wiwít mbah, mbah buyút, canggah, warèng lan sapêndhuwuré.</p>
<p>Ånå sêsêbutan liyané, supåyå anak putu ngêrti sarasilahé.</p>
<p>Sawisé ngêrti, diwêlíng supåyå dipêpundhi, amargå kabèh mau pêpundhèné.</p>
<p>Ing sasi ruwah iki akèh pêpundhèn síng disowani lan dirêsiki.</p>
<p>Nyadran tumrap wóng Jåwå dianggêp wigati, amargå ånå bab kang sambúng karo tradisi spiritual.</p>
<p>Istilah tradisi, mulå bukané  såkå têmbúng latin tradere utåwå traditio (båså mancané transmit, handing down) , têgêsé “maríngaké såkå ndhuwúr”.</p>
<p>Síng diparingaké babagan kang nduwèni nilai  kang adi (luhúng, luhúr).</p>
<p>Tumuruné bab kang adi mau  ånå síng wujúd piwulang (ajaran,dóktrin) réligi, nangíng ugå ånå kang wujúd piwulang métaphisika.</p>
<p>Ånå ing jagad Kêjawèn akèh bangêt tradisi síng  ånå  sambúng  rakêté  karo slamêtan. Clifford Geertz, síng nulís buku “Abangan, Santri, Priyayi  dalam  Masyarakat Jawa”,  gamblang anggóné ngandaraké bab slamêtan ing masyarakat Jåwå.</p>
<p>Akèh bangêt tåtåcårå slamêtan síng dianani ing padésan tlatah Mójókuthó (Paré) Jawa Timur.</p>
<p>Tradisi síng gêgayutan karo slamêtan lan lêluhúr, ugå di jlèntrèhaké déníng Koentjaraningrat ing bukuné “Kêbudayaan Jawa”.</p>
<p>Masyarakat síng ngrasúk faham (théologi) Jåwå  pådhå nindakaké upacårå nyadran  ing sasi Ruwah supåyå pådhå ora lali marang asal-usulé.</p>
<p>Råmå Sudi Yatmånå kanthi pratitís nyêbút tilík kubúr, bêsík kubúr, rêsík kubúr, kirím dongå, slamêtan,  mêmulé  utåwå nyandi,  ruwahan,  ziarah, misa arwah,  ngêsúr tanah, nêlúng dinå, mitúng dinå,  matang pulúh, nyatús, mêndhak pisan, mêndhak pindho, nyèwu, khól lan sapituruté.</p>
<p>Kêjåbå såkå iku, ugå nyêbút upåcårå sraddha minangka pèngêtan sédané Gayatri déníng Prabu Hayam Wurúk ing tahún 1362.</p>
<p>PJ Zoetmulder ånå ing buku Kalangwan ugå nyritakaké bab upåcårå sraddha kanggo mèngêti sédané Tribhuwana Tungga Déwi ånå ing tahún 1350.</p>
<p>Upåcårå sraddha minångkå pèngêtan raja-raja  síng wís pupút yuswå ugå sinêbút ing kidúng Banåwå Sêkar, nganggo ubå rampé wujúd baitå (prau) síng digawé såkå kêmbang (púspå, sêkar).</p>
<p>Ya amargå såkå upåcårå iku, síng diarani nyadran saka têmbúng sraddha, nyraddha, nyraddhan, têrús dadi nyadran. Tradisi nyadran ora biså pisah karo kêmbang utåwå sêkar. Mula ånå istilah nyêkar pårå lêluhúr nganggo ubå rampé kêmbang (mawar, kênångå, mlati, têlasih lan liya-liyané). Ånå ing bêbrayan, kêmbang dadi pratåndhå (lambang, simból) sêsambungan utåwå taliråså trêsnå, asíh, dúhkitå, sungkåwå  lan liya-liyané.</p>
<p>Tradisi nyadran pranyåtå wís lumaku wiwít jaman Måjåpahít nganti saiki.</p>
<p>Pakúrmatan kanggo lêluhúr isíh lêstari têkan saiki lan dipêpêtri déníng masyarakat, khususé ing tlatah padésan. Nyêkar ing sasi Ruwah nduwèni suråså utåwå wulangan marang anak putu supåyå pådhå trêsnå lan élíng marang lêluhúr.</p>
<p>Tradisi nyadran (bêsík kubúr, tilík kubúr) ngélingaké tumrap såpå waé supåyå pådhå ngêrti marang pårå lêluhúr síng saiki wis ånå ing alam kubúr.</p>
<p>Babagan tilík kubúr utåwå ziarah pancèn dipratélakaké ånå ing agåmå Islam supåyå pådhå kèlingan bab pati.</p>
<p>Bab pati ånå sêsambungané karo bab uríp síng ora suwé. Paribasané kåyå wóng mampír ngombé.</p>
<p>Mulå ånå têmbang Dandhanggulå síng muni:</p>
<p>“Sanépané wóng uríp puniki, anèng ndonyå iku umpamanyå, múng kåyå wóng mampír ngombé, umpåmå manúk mabúr, lêpas sakíng kurunganèki, pundi méncókíng bénjang, åjå kóngsi klèru, umpåmå wóng njan sinanjan, ora wurúng mêsthi bali mulíh, mríng asal kamulanyå”.</p>
<p>Minångkå dudutan : nyadran iku ngluhúraké lêluhúr kang tundhóné supåyå élíng lan manêmbah marang Kang Maha Luhúr.</p>
<p>Déníng : Sutadi</p>
<p>Pangarså Pêrsatuan Pêdalangan Indonesia Komisariat Jawa Têngah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/serengan.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/serengan.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/serengan.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/serengan.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/serengan.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/serengan.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/serengan.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/serengan.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/serengan.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/serengan.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/serengan.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/serengan.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/serengan.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/serengan.wordpress.com/557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=serengan.wordpress.com&amp;blog=5012225&amp;post=557&amp;subd=serengan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://serengan.wordpress.com/2010/01/21/nyadran-lan-leluhur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22af4f48c20f4a76b9c8db9e63019785?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Danang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
